The Devil All the Time

The Devil All the Time ★★★★

One of the Netflix films adapted from a book that I waited for besides I'm Thinking of Ending Things. The Devil All the Time is a film of an adaptation of a book of the same title by Donald Ray Pollock.

The Devil All the Time presents a story by taking on background during world war II and the Vietnam war. The main focus of the story is on Rusell's family which was introduced in the opening of the film when Willard Rusell had recently returned, and then it turns across to the story when he and Charlotte became a partner and had a son named Arvin. But it doesn't mean the story is full of Rusell's story side although it does take a lot of Arvin itself that just a boy who tries to protect himself and the people who closest to him from the bad people. Yes, I agree to another character portrayal seems too short and solid because it isn't given one background of each character, like, it just shown you "There! There are the bad people!" or whatever it is, well, yeah I feel like it was actually good (as I remember, the novel book also doesn't really describe them all, CMIIW) so I think this is why they showed a narrative style which is it's a very good point since there are a lot of characters there. But I think it's quite important too to give some background for each of them even it just gets a short portion or maybe it can change the story a bit.

But sure this is what I expected. The storyline is so well-planed and doesn't seemed very rush that finally makes this film feels right. I think those of you who had read the book will feel the same way when the plot and the characters begin to interact (or, idk, if it just me). Cause it is what I feel once when I read the book and start imagining what's the story gonna tell about. It can literally be described here.

The characters I think don't need too much comment because everything looks perfect for me. Especially for Arvin that I think Tom Holland has given so much power to his character. What he felt; the anger, sadness, disappointment, confusion, etc all clearly be felt, both when he's doing dialoguing nor his facial expressions. And let's not forget to Teagardin character that played by Robert Pattinson here, well yeah he's performs very well with his don't know, a creaking sound I guess lol. Shit, I really hate his voice, and actually have no words anymore 'bout him, cause as Arvin said, he's a worthless piece of shit (I'm not sure if it's in the movie or not).

Excuse me, Preacher. You got time for a sinner?

Last words, The Devil All the Time was a cliffhanger film with all the aspects; the plot, characters, cinematography, and the right scoring in every scene that I can't deny how outstanding they are, and this probably one of the best movie I've seen in 2020, even though it still not the perfect score, but I think I just give my best score to this one.

Final Score: 8,5/10.

.
.
.

[Bahasa]:

Salah satu tayangan yang Netflix persembahkan dari adaptasi buku yang gue tunggu selain I'm Thinking of Ending Things. The Devil All the Time merupakan film dari adaptasi buku dengan judul yang sama karya Donald Ray Pollock.

Singkatnya The Devil All the Time menyuguhkan kisah dengan mengambil latar belakang selama perang dunia kedua dan perang vietnam. Fokus utama cerita ini pun juga banyak menyorot tentang keluarga Rusell, dengan dari adegan pertama yang dibuka oleh pengenalan karakter Willard Rusell yang kala itu baru pulang dari tugasnya dan saat itu juga dirinya bertemu dengan sosok Charlotte yang akhirnya menjadi pasangannya dan memiliki anak bernama Arvin. Tapi bukan berarti alur cerita ini full menceritakan keluarga Rusell itu sendiri walaupun memang banyak mengambil cerita dari karakter Arvin yang mencoba melindungi diri dan orang terdekatnya dari orang-orang jahat di sekitarannya. Penggambaran karakter jahat lainnya yang terasa singkat dan padat karena memang nggak diberikan penggambaran latar belakang satu-persatu, kayak cuma dikasih tau ini loh yang jahat sebenarnya udah cukup tersampaikan dengan baik (karena seingat gue pun di novel nya juga nggak begitu menjabarkan karakter keseluruhan), jadi itu mungkin sebabnya film ini condong ke gaya narasi dalam penceritaannya bukunya yang mana penggambaran seperti ini cukup tepat mengingat banyaknya tokoh yang tampil. Tapi kalau dipikir-pikir sebenarnya hal itu cukup penting untuk dijabarkan sih, walaupun nantinya cuma dapat porsi kecil atau mungkin jadi sedikit merubah cerita dari novelnya.

Tapi tentu ini seperti apa yang gue harapkan. Alur cerita yang dibuat sedemikian rupa dan nggak berkesan terburu-buru ini lah yang akhirnya membuat film ini terasa berjalan semestinya. Bahkan bagi yang pernah membaca bukunya pun mungkin akan merasakan hal yang serupa ketika film ini mulai menjelaskan alurnya dan dari para karakter yang tampil mulai melakukan interaksi. Inilah yang membuat gue merasa terpuaskan karena apa yang pernah gue bayangkan ketika membaca novelnya, akhrinya benar-benar tergambarkan secara nyata disini.

Para karakter yang tampil juga rasanya nggak perlu banyak diberikan komentar. Karena semua tampil sempurna bagi gue pribadi. Terlebih permainan emosi dari karakter Arvin yang menurut gue Tom Holland udah memberikan performa yang baik. Apa yang ia rasakan; marah, sedih, kecewa, bingung, semua terungkap jelas, baik ketika ia berdialog maupun dari permainan mimik wajahnya. Tak lupa juga karakter Teagardin yang diperankan Robert Pattinson disini juga tampil baik, bahkan sangat baik dengan suara *hate to say this but shit I really hate his voice, dan ya... have no words anymore bout him, cause as Arvin said, he's a worthless piece of shit (I'm not sure if it's in the movie or not).

Excuse me, Preacher. You got time for a sinner?

Akhir kata, The Devil All The Time adalah sebuah tayangan yang cukup dapat dirasakan sensasi tegangnya dengan segala aspek yang dimiliki; dari plot, karakter, sinematografi sampai scoring yang terasa pas disetiap adegan. Dan akhirnya film ini pun menjadi salah satu tontonan terbaik gue di tahun 2020, walaupun gue sendiri juga nggak bisa memberikan nilai sempurna, tapi gue rasa nilai ini udah cukup memberikan rasa kepuasan gue terhadap film ini.

Final Score: 8,5/10.

`murfi liked these reviews