Nope

Nope ★★★★

Judulnya udah ngasih spoiler besar. Nope (Not On Planet Earth) transparan akan gambaran besarnya. Tapi ini Jordan Peele, ia ogah disepelekan andai "hanya" bikin cerita invasi alien kali ini. Visinya tak sembarang, ia menjejali audiens masih dengan alegori, membedah budaya dan sejarah lagi elemen tematik dalam pengalaman teater. Nope dibagi seperti per-bab dan sebelumnya dibuka oleh penggalan ayat suci menusuk,

"Aku akan melemparkan kotoran padamu, menghinamu dan menjadikanmu tontonan."

Nahum 3 : 6

Mudahnya, Nope lebih menjurus kalau metafora ini dibaca dari lensa Hollywood. Peele sedang bicara mengenai kebobrokan industri yang menjanjikan kekayaan tapi lupa konsekuensi. Makin personal, Peele menunjukkan kebiadaban aparat (polisi) memberantas kriminal yang dijalankannya atas nama kulit berwarna, bukan kejahatannya, juga cara mereka menyisir wilayah dengan sembrono. Elemen ini nampak sakral bagi Peele tentang fenomena dahsyat #blacklivesmatter beberapa waktu itu.


"What it's bad miracle?"

Interpretasi Nope membongkar tema agama dan sosial. Kedatangan piring terbang luar biasa horor itu akhirnya membuka fakta akan penentangan. Kata "Nope" berarti "Tidak, Jangan, Mustahil" ialah sinonim dari penyangkalan, penolakan, ketidakpercayaan mahkluk terhadap Sang Langit (Tuhan). Kata ini diucapkan tokoh berkali-kali, dan saat OJ merasa alam sedang tak beres karena skeptis setelah kematian sang ayah, pertanyaannya, "Bagaimana jika mukjizat itu buruk?" (Agama)

Beda dengan OJ yang kikuk dan tak memerdulikan eksistensi, Emerald jauh lebih gahar. Dia mengimpikan dunia hiburan, terkenal dan banyak uang. Cara ia mendapatkannya, dengan merekam UFO itu lalu fotonya dijual. Tak mudah, rintangan gila ia hadapi demi secercah bukti, benda asing itu punya "jurus" lebih sakti menghancurkan cita-cita seseorang yang memanfaatkan keberadaannya. (Sosial)


Apa maksud hewan Simpanse di film ini?

Audiens bakal setuju kalau Gordy si Simpanse juga bisa menghancurkan ketenaran dan jiwa manusia. Ia buas dan bisa mengunyah wajah orang. Saksi mata tunggalnya, Jupe kecil, menganalisa kontak mata dengan Gordy persis sebelum ia ditembak mati. Jupe melihat linang air mata pada Gordy, hingga akhirnya Jupe membawa luka itu sampai dewasa. Gordy si Simpanse adalah lambang eksploitasi. Ia dipaksa tampil di acara manusia, imbasnya, amukannya menyimbolkan kejati-diriannya. "Tak ada di alam ini yang bisa menjinakkan predator." Ketamakan itulah yang membantai seluruh acara itu, lebih intensnya, ini adalah gambaran industri hiburan sebenarnya, sebuah komentar akan ketenaran masa anak-anak, seringkali jadi hasil bencana bagi bocah tersebut. Banyak artis tak sadar mengekploitasi anaknya ke area media, dan mereka tak memikirkan dampak brutal darinya.


Apa arti sepatu yang melayang saat Gordy si Simpanse mengamuk?

Sepatu diklarifikasikan sebagai hasil Bad Miracle (keajaiban buruk). Di tengah amukan Gordy yang berdarah, sepatu melayang ialah bentuk keindahan yang lahir dari sesuatu yang mengerikan. Hal itu juga terdistraksi tentang upaya membongkar "Miracle" di langit itu, yang disinyalir rupanya adalah mahkluk terbang yang menyedot apapun yang ada di bawah. Ngerinya, ia tak menculik, justru dia mengunyah dan mencernanya. Banyak manusia yang diambil jadi bahan cemilan olehnya, untuk itu ia memuntahkan benda tak berdaging yang ia sedot kembali ke tanah. Makhluk ini punya khodam perlawanan pada Emerald, ketika gadis itu merekamnya demi ketenaran, makhluk ini memuntahkan sisa-sisa makanan berupa jeroan dan darah manusia ke atap rumahnya, seolah ia mengejek, "Impian yang kau kejar akan berakhir di puncak gunung. Kau susah payah mendaki, namun kau bisa meloncat cepat ke permukaan lagi. Begitu mudahnya menghancurkan karir."

Dibalik kemurkaan, ada peran teknologi yang sombong disini. Peele cemas akan dunia sinema, lalu menciptakan Nope sebagai metafora skala besar dibungkus IMAX. Dalam cerita, bukan hanya Emerald. Ada peran yang lebih ambisius untuk meng-capture benda langit itu dan menjualnya. Tapi ujungnya sudah pasti fatal, gagal total dan jadi mangsa. Ini persis yang dilakukan Jupe dewasa saat ia memanfaatkan UFO sebagai tontonan, memberinya makan kuda, nahasnya jadi boomerang, benda itu membuat dia dan penonton terbunuh juga. Jupe menyerah pada kapitalisme bahkan tahu sebabnya bermula dari kejadian kejam di masa kecilnya. Benda ini sejatinya metamorfosa dari Gordy (predator ganas) yang tak ingin diganggu, jika mereka menggunakannya demi uang, mereka aslinya meminta untuk ditelan iblis yang mereka lepaskan sendiri.

Urusan horornya, Nope cerdik memberi jumpscare, tapi ia tak berkutat padanya. Tensi dari ancaman dan teror ditemani scoring ganjil-lah yang dipakai Peele sebagai formula. Dan ini SANGAT BERHASIL. Tawaran ketakutan yang dipamerkan audiens bersandar pada momen menuju klimaks-nya. Pun pada pemerannya, Daniel Kalluyya, Keke Palmer dan Steven Yun (meski screentime-nya kecil, tapi punya andil besar dalam cerita), namun yang jadi atensi ialah Keke Palmer, ia energik membangun peran dengan logat nigga-americannya yang sangat syahdu.

Segala hiruk pikuk dalam Nope serba ngambang tapi tak terlalu berat seperti Us. Nope membabak akhir ceritanya dengan ambigu penuh eksplanasi. Pun dari desain grafis makhluk langitnya yang super-breathaking diimbangi oleh sinematografi epik Hoyte Van Hoytema memberi sinyal kalau Nope adalah film luas dalam shot-shot megah. Campuran suara menggelegar dan visual Nope mendokumentasikan lebih dari sekedar serbuan alien, Ia mengambil bentuk aneh yang kaya akan gambar baru dan referensi tema film (yang terbarukan dari visi ini).


Ulasan ini terbuka untuk saling berbagi penjelasan Nope di kolom komentar.

Block or Report

xhnifmx liked these reviews

All