Shoplifters ★★★★½

Film ini adalah pengalaman pertamaku bersama film Hirokazu Kore-eda dan bikin aku termenung lama dengan air mata bercucuran selesai nontonnya. Kirain ini film tentang keluarga yang ditampilkan dengan kemiskinan, cuma itu, tapi ternyata... ya ampun gila! Bener kata review Rasyid Harry. Film ini bagai film misteri yang menyamar, Aku cengo-cengo bego. Filmnya tidak semudah itu kau tebak, Marimar! Pantas aja semakin filmnya berjalan semakin banyak hal-hal yang bikin aku...

"Loh kok?"

"Hah maksudnya?"

“Eh gimana deh itu jadinya?”

Terutama pas Nenek bilang kalau dia memilih Nobuyo (Sakura Ando keren banget natural parah) sebagai keluarganya. Ini maksudnya apa dah memilih? Bukannya kita nggak bisa memilih keluarga kita? Bukannya Tere Liye bilang kalau, “Kita tidak bisa memilih orang tua, tidak bisa memilih terlahir dari keluarga kaya raya, raja-raja, orang tua ganteng-cantik dan sebagainya. Tapi bukan berarti kita tidak bisa memilih mensyukuri keluarga kita saat ini"?

Eh ternyata...

Kepada cewek-cewek yang pernah pake quote dari Tere Liye buat caption Instagram atau bahan twit, terutama quote di atas, percayalah, tidak selamanya Tere Liye benar.

Percayalah juga kalau ada adegan Sakura Ando nangis, aku juga nangis. Percayalah juga kalau pertanyaan Sakura Ando sebagai Nobuyo pas adegan dia ‘diinterview.’ Dia yang nanya,

“Apakah dengan melahirkan otomatis menjadikanmu seorang ibu?”

Bikin aku, atau bahkan mungkin perempuan lain di luar sana, memikirkan jawaban apa yang tepat untuk pertanyaan itu.