RSS feed for irfanharr

Favorite films

Recent activity

All

Recent reviews

More
  • Two Blue Stripes

    Two Blue Stripes

    ★★★★

    Hamil di luar nikah (dan di usia muda) sudah bukan barang asing di perfilman kita. Tapi Gina S Noer, melalui debut penyutradaraan ini, membawa Dua Garis Biru (DGB) ke level yg lebih tinggi.

    DGB tidak hanya berhasil menyampaikan misinya melalui kisah yg realistis tanpa menggurui nan menghakimi. Tapi juga berhasil membawa kita ke sebuah pengalaman sinematik yang tidak biasa. Tepuk tangan meriah untuk adegan one shot di UKS! Gilak! Bukan hanya akting dan ekspresi pemain yg bikin merinding, tp jg…

  • Anak Muda Palsu

    Anak Muda Palsu

    ★★★

    ANAK MUDA PALSU (2019)


    Pasca kesuksesan Uang Panai' (2016), perfilman lokal Makassar seolah-olah bangkit. Berhasil menembus jumlah penonton yg fantastis secara nasional dan menorehkan prestasi sebagai film produksi daerah terbaik pada gelaran Indonesia Box Office Movie Award (IBOMA) 2017, membuat Finisia Production lantas terus berkarya lebih baik lagi. Tahun lalu, melalui Halo Makassar (2018), sayangnya belum menunjukkan itu. Lalu, muncullah Anak Muda Palsu, dengan premis yang lebih universal, dan tentu saja tim yang lebih solid.
    Berkisah tentang empat mahasiswa tahun…

Popular reviews

More
  • May the Devil Take You

    May the Devil Take You

    ★★★★

    [Maya] "Ini siapa?"

    Membaca sinopsisnya, saya langsung kepikiran sama film Jailangkung (2017). Premisnya mirip: ayah sekarat lalu anak-anaknya ke vila yang sering didatangi si ayah, untuk mencari tahu sesuatu. Etapi gak tau lanjutannya sih, beberapa bulan lalu nonton Jailangkung di salah satu layanan streaming, tapi baru setengah jalan udah gak minat lanjutin 😅
    Oke, tak apalah premis sama, yang penting eksekusinya beda.
    Bagi penggemar The Mo Brothers, Sebelum Iblis Menjemput adalah sebuah perayaan untuk menikmati sensasi menonton film horor thriller.…

  • Mile 22

    Mile 22

    ★★★

    [James] "No birthday cake! NO BIRTHDAY CAKE!"

    Rating 3 bintang bisa saja ketinggian, beruntung film ini masih punya Iko Uwais. Bukan, bukan karena overproud, dan lantas mati-matian bilang film bagus sekadar mendukung debut Uwais yang bisa dibilang perdana sebagai second lead actor di film blockbuster. Tapi, memang berkat karakter Li Noor beserta aksi bela diri silatnya lah yang berhasil mengangkat film ini.
    Lead actornya, Walhberg, bukan tidak bagus, tapi karakternya kurang berkembang. Malah cenderung menyebalkan dengan bipolar disorder-nya. Sama halnya…