Favorite films

  • Mirror
  • Evolution of a Filipino Family
  • Napoleon
  • Hard to Be a God

Recent activity

All
  • Licorice Pizza

    ★★½

  • Photocopier

    ★★★

  • Memoria

    ★★★★½

  • The French Dispatch

    ★★★

Recent reviews

More
  • Bad Luck Banging or Loony Porn

    Bad Luck Banging or Loony Porn

    ★★★

    This film owes me zero explanation. It gets it point clear and direct enough for the viewer to grasp something out of it. The only problem for me is the delivery. Only a few maniac filmmaker would turn some simplistic tone of sexual-political message into some lunatic, experimental-alike (as the filmmaker suggest) form of film which I personally think was too self-obnoxious. Some foolish would only judge this film for being unique, while there’s actually zero point for making this film that ‘unique’.

  • Ivan's Childhood

    Ivan's Childhood

    ★★★½

    The most Russian thing Tarkovsky's ever done in his film. Undoubtedly not among Tarkovsky's best work (even he himself admitted it), but its influence on his later work surely couldn't be denied. Here we can clearly see the very raw inspiration of his later poetical style. We could clearly see the direct influence from Dovzhenko's masterpiece, Earth (1930), especially on its poetical dream sequence. What a way to start someone's directing career.

Popular reviews

More
  • One Day We'll Talk About Today

    One Day We'll Talk About Today

    ★★

    Meski menonton film ini tanpa mengetahui garis besar cerita dan dengan memasang ekspektasi yang cukup rendah, pengalaman menonton NKCTHI tetap berakhir dengan sangat mengecewakan. Sejak dimulai dengan adegan pesawat kertas diatas awan hingga diakhiri dengan adegan serupa, film ini hanya berhasil memberikan sangat sedikit kesan baik untuk saya.

    Semua kesan buruk bermula dari penyutradaraan Angga Sasongko yang meskipun sudah 15 tahun berkarya, tampak seakan tidak sekalipun memberikan sentuhan yang matang untuk setiap pengadeganan di film ini. Penonton seakan terus disuapi…

  • Jakarta, City of Dreamers

    Jakarta, City of Dreamers

    ★★½

    Mau gue putusin, tititnya enak.

    Sebuah potret mengenai kerasnya menghidupi mimpi di Jakarta yang disajikan secara vibrant dan liar, dengan mengusung konsep ala-ala Taxi Driver-nya Martin Scorsese. Secara style tidak memiliki begitu banyak kemiripan dengan film Robby sebelumnya (Ave Maryam), namun secara substansi Robby masih memilih untuk bermain dengan sisi banal karakternya. Idealisme Robby sebagai seorang sutradara modernist tanah air bisa dibilang sudah menjadi napas baru bagi persinemaan Indonesia, tapi secara umum rasanya masih banyak yang ia perlu benahi sebelum benar-benar bisa bersaing di kancah yang lebih besar. Menarik untuk melihat perkembangan Robby Soediskam sebagai sineas anak bangsa kedepannya.