Sunset Boulevard ★★★★½

Sunset Boulevard (1955)

“I am big. It’s the picture that got small.”

Secara konstan diberi makan kebohongan yang membutakannya oleh pelayannya, Max, Norma masih menganggap dirinya sendiri seorang bintang besar pada masa itu. 

Sunset Boulevard adalah sebuah film Holywood tentang Holywood itu sendiri yang mengungkapkan sisi gelapnya. Norma seorang aktris besar pada era bisu Holywood, terlupakan.

Norma digambarkan sangat narsistik, she’s too full of herself. Kita bisa lihat di mansionnya yang super duper mewah, penuh wajahnya di mana-mana! Walaupun begitu, dia sebenernya penuh kekosongan. Kehebatannya, ketenarannya, kekayaannya, semuanya itu nggak ada yang bisa memuaskannya. Dia butuh objek untuk dia cintai jadi in return dia bisa dicintai juga. Nah disitulah saat si Joe jadi ‘tawanannya’, rada lucu simply karena dia Sagitarius jadi si Norma percaya sama dia. 

Bagi aku film ini juga ngomongin tentang true love, si Max. Max yang ternyata pernah jadi masa lalunya Norma, sampe sebegitunya ke Norma. Dia cinta mati banget sama Norma sampai-sampai he devoted his entire life to her (mohon maaf campur-campur bahasanya karena bingung hehe). Adegan akhir sebenernya sangat menyentuh dan menampar juga, apalagi pasti bagi si Max. 

Dalam realita, Norma, Joe, Max dan Betty sebenernya mirip dengan karakter mereka masing-masing. Norma dan Max apalagi. They were simply playing themself in this film. Gloria Swanton adalah seorang aktris di era bisu juga dan pernah bekerja sama dengan Erich von Stroheim (Max) yang juga seorang director. Akting Swanton di film ini juga nggak kalah fantastis, dia benar-benar ngeportrayed Norma dengan sepenuh hati, brilian sekali.

Ruth liked these reviews